Sudah Terpikir Punya "Passive Income" di Masa Pensiun?


Berapa umur Anda ketika ini, 35 atau 40 tahun? Jika ketika ini kita masih powerful bekerja dari pagi hingga sore, bahkan malam hari, tentu sebab kondisi jasmani Anda memang masih mumpuni.

Sampai kapan kondisi tersebut akan berlangsung? Apakah kondisinya bakal sama besok Anda memasuki usia 50 atau 55 tahun?

Bukan mengecilkan, pasti saja. Tapi, wajar andai di umur "kepala lima", jasmani makin mengendur guna dipaksa bekerja sepanjang hari.

Dengan situasi itu, sudahkah kita memikirkan masa pensiun nanti? Sebuah fase saat Anda tidak lagi dapat berkantor atau berbisnis pagi hingga sore, bahkan malam hari. Dari mana kira-kira pasive income yang dapat Anda investasikan mulai ketika ini guna menghadapi situasi itu?

Konsultan bisnis yang pun Marketing Consultant Grand Orange Pandawa Beach Bali, Ratdi Gunawa, menuliskan orang telah harus memikirkan investasi yang sesuai di masa pensiunnya, tergolong apa yang bakal diwariskan untuk anak dan cucunya.

"Investasi yang tidak merepotkan dan punya potensi deviden yang menjanjikan dengan risiko sedikit. Salah satunya ialah pada kondominium hotel atau kondotel," ujar Ratdi.

Berdasarkan keterangan dari dia, masa "kepala lima" telah bukan saatnya bekerja sampai larut malam. Dengan kondotel misalnya, investasi yang ditanam lumayan memanfaatkan sistem yang menata tanpa tidak sedikit buang tenaga dan waktu.

"Karena terdapat manajemen operasional atau operator hotel yang masing-masing akhir bulan atau per semester atau tiap akhir tahun menyerahkan laporan dari nilai revenue dan tingkat hunian dari kondotel lokasi Anda menginvestasikan dana," ujar Ratdi.

"Dari nilai revenue tersebut kemudian dikurangi nilai operasional cost hotel, kemudian didapatkanlah profit sharing yang dipecah secara proposional dari jumlah ukuran hotel yang anda investasikan," tambah Ratdi.

Ratdi memaparkan, nilai sewa investasi kondotel ialah tiga kali nilai sewa lokasi tinggal dan ruko. Di samping itu, pada dua tahun kesatu investasi di sektor kondotel orang bakal mendapatkan garansi sewa di tahun ketiga hingga tahun kesepuluh.

"Sekali lagi, profit sharing diserahkan langsung tergantung room rate dan tingkat hunian hotel tersebut," ujar Ratdi.

Potensi Bali

Bicara prospek investasi, potensi kondotel sejauh ini paling erat dengan area wisata. Salah satunya ialah Bali yang menjadi target pasar teryang besar wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Tak heran, lanjut Ratdi, dirinya berani menawarkan Grand Orange Pandawa Beach dengan unit terbatas sebagai investasi hotel bintang empat hak milik. Bahkan, kondotel yang terletak di Pantai Pandawa, Bali, tersebut ditawarkan dengan cicilan 60 bulan tanpa bunga.

"Pantai Pandawa masih di antara lokasi kesayangan wisawatan yang berlibur di Bali. Selama ini ciri khas hotel di Bali tersebut dekat pantai dan tingkat huniannya tidak jarang kali tinggi sampai-sampai harga kamarnya pun tinggi dan nilai sewa yang tinggi tersebut akan menghasilkan return investment yang pun tinggi," kata Ratdi.

Sudah Terpikir Punya "Passive Income" di Masa Pensiun?