Sakit Perut Setelah Makan Daging? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya


Daging ialah sumber protein yang baik untuk tubuh. Meski begitu, tidak seluruh orang mempunyai reaksi pencernaan yang baik setelah santap daging. Reaksinya sekian banyak  macam, tetapi yang sangat umum ialah sakit perut. Kenapa santap daging dapat menyebabkan sakit perut? Agar lebih jelas, simak ulasannya inilah ini.

Apa yang menciptakan saya sakit perut setelah santap daging?

Walaupun santap daging memberikan guna yang melimpah untuk tubuh, tetap ada bisa jadi efek samping yang muncul, contohnya sakit perut. Berikut sejumlah hal yang mengakibatkan sakit perut setelah santap daging, seperti:

1. Dimakan terlampau banyak

Walaupun tubuh bisa dengan baik memahami protein dan lemak, perlu waktu untuk tubuh untuk memahami nutrisi ini. Protein menciptakan perut Anda gampang kenyang dan dapat menyangga rasa lapar lebih lama dibanding jenis makanan lainnya.

Nah, bila dimakan terlampau banyak, lagipula yang tinggi lemak, dapat menyebabkan perut kita penuh, terasa tidak nyaman, bahkan sakit perut.

2. Memiliki penyakit tertentu

Dilansir dari Live Strong ada sekian banyak  kondisi yang mengakibatkan seseorang gampang sakit perut setelah santap daging, yaitu:

Alergi makanan

Seseorang dapat terkena alergi kapan saja, pada makanan yang seringkali dikonsumsi, salah satunya daging. Kondisi ini memunculkan sekian banyak  gejala, tergolong kram perut, mual, dan muntah.

Gejala tersebut seringkali akan terjadi dalam sejumlah menit atau jam sesudah daging dimakan. Bila kita sering menikmati sakit perut sesudah mengonsumsi daging, usahakan segera kerjakan pemeriksaan ke dokter.

Penyakit sistem pencernaan

Penyakit gastritis terjadi dampak peradangan pada lapisan lambung. Orang dengan situasi ini usahakan menghindari daging merah. Mereka hanya diizinkan mengonsumsi daging putih, laksana ayam tanpa lemak atau ikan.

Di samping itu, sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome) pun harus menghindari daging merah. Sebab otot pada usus mesti bekerja lebih keras guna memproses daging. Bila dikonsumsi, bisa jadi besar bakal pasien kan menikmati sakit perut dan nyeri ulu hati.

3. Keracunan makanan

Jika daging yang Anda santap tidak higienis dan tidak dimasak dengan suhu yang tepat, dapat membuat kita sakit perut. Kualitas daging yang tidak cukup baik mungkin dapat mengurangi kelezatan daging dan kualitas nutrisi. Selain tersebut juga dapat menyebabkan keracunan makanan.

Daging yang terkontaminasi sekian banyak  bakteri, laksana Salmonella, E. colli, atau Listeria dapat menyebabkan keracunan. Apalagi bila teknik mengolah dagingnya juga tidak benar. Keracunan makan dapat terjadi sejumlah jam atau sejumlah hari sesudah daging dikonsumsi. Gejalanya keracunan makanan umumnya mencakup sakit perut, muntah, dan diare.

Jika saya memang tidak dapat makan daging, apa yang dapat menggantikannya?

Tak melulu protein, daging memiliki tidak sedikit kandungan nutrisi laksana lemak, zink, zat besi, hingga sekian banyak  vitamin yang diperlukan tubuh. Bila memang pencernaan kita tidak merespon baik terhadap di antara jenis daging, contohnya daging sapi, maka Anda dapat kok menggantinya dengan sumber protein hewani lainnya laksana daging ayam dan ikan.

Namun, bila Anda merasakan alergi atau intoleransi terhadap protein hewani, Anda dapat mengandalkan makanan protein nabati sebagai penggantinya. Tahu, tempe, dan sekian banyak  kacang-kacangan ialah sumber protein nabati yang pun baik.

Bila kita bingung bahan makanan apa yang mesti dipilih dan cocok untuk pencernaan, kita usahakan konsultasikan urusan ini pada dokter.

Sakit Perut Setelah Makan Daging? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya